Jumat, 15 Juni 2012

BIMBINGAN DAN KONSELING KELUARGA


Konsep Dasar Bimbingan Dan Konseling Keluarga
Adapun konsep dasar dari pelayanan konseling keluarga adalah untuk membantu keluarga menjadi bahagia dan sejahtera dalam mencapai kehidupan efektif sehari-hari. Konseling keluarga merupakan suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai kondisi psikologis yang serasi atau seimbang sehingga semua anggota keluarga
bahagia.Ikatan bathin merupakan ikatan yang bersifat psikologis.

 Tujuan Umum
            Tujuan umum dari konseling keluarga pada hakikatnya merupakan layanan yang bersifat profesional yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:
1.    Membantu anggota keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan antar anggota keluarga.
2.  Membantu anggota keluarga dapat menerima kenyataan bahwa bila salah satu anggota keluarga mengalami masalah, dia akan dapat memberikan pengaruh, baik pada persepsi, harapan, maupun interaksi dengan anggota keluarga yang lain.
3.    Upaya melaksanakan konseling keluarga kepada anggota keluarga dapat mengupayakan tumbuh dan berkembang suatu keseimbangan dalam kehidupan berumah tangga.
4.   Mengembangkan rasa penghargaan diri dari seluruh anggota keluarga kepada anggota keluarga yang lain.
5.      Membantu anggota keluarga mencapai kesehatan fisik agar fungsi keluarga menjadi maksimal.

Tujuan Khusus
Tujuan khusus konseling keluarga adalah sebagai berikut
1.      Untuk meningkatkan toleransi dan dorongan anggota – anggota keluarga terhadap cara – cara yang istimewa atau keunggulan anggota – anggota lain.
2.      Mengembangkan toleransi terhadap anggota –anggota keluarga yang mengalami frustasi / kecewa, konflik, dan rasa sedih yang terjadi karena faktor sistem keluarga atau diluar sistem keluarga.
3.      Mengembangkan motif dan potensi – potensi setiap anggota keluarga dengan cara mendorong,memberi semangat, dan mengingatkan anggota tersebut.
4.      Mengembangkan keberhasilan persepsi diri orang tua secara realistik dan sesuai dengan anggota – anggota lain.

Tahapan Bk Keluarga
1. Tahap Awal.
2. Tahap Inti (Tahap Kerja)
3. Akhir (Tahap Tindakan)

 Konselor Keluarga
Agar mampu mewujudkan tujuan konseling keluarga, maka seorang konselor keluarga hendaknya memiliki kemampuan sebagai berikut:
1.      Memiliki kemampuan berfikir cerdas, berwawasan yang luas, serta komunikasi yang tangkas dengan penerapan moral yang laras dengan penerapan teknik-teknik konseling yang tangkas
2.      Etika professional, yakni kemampuan memahami dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah pelayanan konseling yang dipadukan dalam hubungan pelayanan konseling terhadap anggota keluarga
3.      Terlatih dan terampil dalam melaksanakan konseling keluarga
4.  Mampu menampilkan ciri-ciri karakter dan kepribadian untuk menangani interaksi yang kompleks pasangan yang sedang konflik dan mendapatkan latihan untuk memiliki keterampilan khusus.
5.      Memiliki pengetahuan yang logis tentang hakikat keluarga den kehidupan berkeluarga.
6.      Memiliki jiwa yang terbuka dan fleksibel dalam melaksanakan konseling keluarga.
7.      Harus obyektif setiap saat dalam menelaah dan menganalisa masalah.

1)      Teknik Umum Dan Khusus Dalam Konseling Keluarga
A.    Tekhnik Umum
·         Perilaku attending
Perilaku attending yang baik dapat meningkatkan harga diri klien,menciptakan suasana yang nyaman dan mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas
·         Eksplorasi
Teknik untuk menggugah perasaan.pikiran,dan pengalaman klien.hal ini penting di lakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin,menutup diri,atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya
·         Menangkap pesan (paraphrasing)
Teknik untuk menyatakan kembali inti ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien,mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana
·         Pertanyaan terbuka
Teknik memancing klien agar mau berbicara mengungkapakan perasaan,pengalaman dan pemikirannya
·         Empati
Kemampuan konselor untuk merasakan apa yang di rasakan oleh klien merasa dan berfikir bersama klien
·         Refleksi
Teknik utntuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non-verbal

B.     Tekhnik khusus
Teknik teknik khusus yang di kembangkan dari berbagai pendekatan konseling seperti pendekatan behaviorisme,rasional emotif,latihan asertif,pembentukan perilaku model,permainan dialog dan bermain peran.
C.    Peran konselor Dalam Konseling Keluarga
Peran konselor dalam membantu klien dalam konseling keluarga yaitu :
·         Konseor menolak pembuatan penilaian dan membantu menjadi congruence dalam respon-respon anggota kelompok
·         Konselor berperan menjadi “facilitative a confortable”,membantu kien melihat secara jelas dan objektif dirinya dan tindakan-tindakan sendiri
·         Membelajarkan klien untuk berbuat secara dewasa untuk bertanggung jawab
·         Konselor menjadi penengah dari pertentangan

D.    Keterampilan-keterampilan Yang Perlu Di kuasai Dalam Konselinhg Keluarga
·         Keterampilan mendengar
Untuk memperoleh informasi yang di katakan oleh klien
·         Keterampiln membina hubungan yang baik
Dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama menunjukan tanda perhatian dan memberika respon positif berupa pujian,dukungan
·         Bertanya efektif
Menggunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian,menggunakan kata-kata yang mudah di pahami klien,mengajukan pertanyaan satu persatu dan menunggu jawaban dengan penuh perhatian
·         Pengamatan dan penafsiran
Pengamatan adalah berbagai tingkah laku yang biasa di dengar,ssedangkan penafsiran/interprestasi adalah kesan yang kita berikan pada apa yang kita lihat dan di dengar 
·         Kemampuan bertanya
Mengajukan pertanyaan kepada klien untuk memperoleh informasi baik dari klien maupun keluarga
Keterampilan dasar yang umum di gunakan konselor dalam melakukan proses konseling yaitu :
·         Opening
Pada awal pertemuan konseling,konselor membuka pertemuan dengan menciptakan rapport (hubungan yang erat antara konselor dengan klien)menerima dengan tulus.
·         Lead
Mengarahkan/memimpin dalam kegiatan konseling              
·         Resurance
Konselor mendukung apa yang di katakan klien,dengan kata klien konselor dapat memberikan penguatan kepada klien
·         Advice
Keterampilan ini merupakan keterampilan memberi nasehat kepada klien agar klien menjadi jelas,lebih tenang apa yang hendak ia lakukan
·         Confrontation
Keterampila yang di gunakan untuk menujukan kesenjangan yang membuat klien menjadi tidak berkembang.Konselor menghadapi klien yang plin-plan,tidak konsisten


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar